Kabar dan Informasi Terbaru Seputar ASN Indonesia, Informasi PNS Terbaru, Informasi PPPK Terbaru, Berita ASN Terbaru, Berita PPPK Terbaru, Berita Pensiunan Terbaru, Berita ASN Terkini, Kabar ASN Indonesia,


KPK Gelar Operasi Tangkap Tangan ASN di Kalimantan Selatan. Hasilnya Mengejutkan

kabarasn.info - Komisi Pemberantasan Korupsi diduga melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Para terduga dibawa ke Polres Banjarbaru pasca tim penyidik KPK melakukan OTT terhadap penyelenggara negara tersebut.

8 Orang

Total delapan orang diperiksa secara instensif, tujuh diantaranya merupakan pejabat dinas PUPR dan satu orang sebagai kontraktor. Aksi OTT ini telah dibenarkan oleh Kapolda Kalsel, namun belum ada keterangan rinci terkait hal ini, mengingat pemeriksaan yang masih berlangsung. Hingga saat ini selain melakukan pemeriksaan tim penyidik juga menyita barang bukti berupa dua unit mobil dinas milik pejabat Pemprov Kalsel. Kini para tersangka dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Para ASN Pemprov Kalsel yang tertangkap OTT KPK
Para ASN Pemprov Kalsel yang tertangkap OTT KPK (Foto: KPK RI)


Penerimaan Hadiah

OTT KPK di Provinsi Kalimantan Selatan mengungkap dugaan korupsi terkait penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara dalam proses pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan tahun anggaran 2024-2025.

KPK mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai dalam berbagai bentuk dan dokumen yang diduga terkait dengan kasus ini. KPK juga telah menetapkan 6 tersangka, termasuk Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dan kepala Dinas PUPR (Solul).

KPK menyatakan bahwa proses OTT mengikuti alur pergerakan uang, yang menunjukkan dugaan keterlibatan Gubernur Sahbirin Noor. KPK akan terus mendalami kasus ini dan mencari pihak-pihak lain yang bertanggung jawab. (TRS/2024)

10 Orang ASN Kabupaten Sidoarjo Terkena OTT KPK di Awal Tahun 2024

kabarasn.info -  KPK melakukan operasi tangkap tangan atau OTT di Sidoarjo Jawa Timur dan berhasil mengamankan sedikitnya sepuluh aparatur sipil negara. Sepuluh ASN yang diamankan diduga terlibat praktik suap pemotongan insentif pajak dan retribusi daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Belum Detail

PLT jurubicara penindakan KPK Ali Fikri membenarkan bahwa penyidiknya melakukan kegiatan OTT di wilayah Sidoarjo. Hingga malam Jumat operasi senyap masih terus dilakukan tim penyidik KPK. Meski demikian, KPK belum dapat membeberkan secara detail rangkaian OTT serta peristiwa pidana yang dilakukan para terduga.

KPK melakukan OTT terhadap ASN di Sidoarjo. (Foto: RRI.co.id)


Kegiatan penindakan ini sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait adanya aksi suap berkaitan dengan pemotongan pembayaran insentif pajak dan retribusi daerah di lingkup pemkab Sidoarjo. Tim penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan kepada sejumlah orang yang terjaring OTT. Pemeriksaan dilakukan di Polda Jawa Timur maupun di gedung KPK Jakarta.

Disegel

Sedangkan di Sidoarjo Jawa Timur, KPK telah menyegel beberapa ruangan yang berada di badan pelayanan pajak daerah atau BPPD Sidoarjo Jawa Timur. Ruangan yang telah disegel adalah ruang kabid pajak daerah, dan bidang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB. 

Untuk nama-nama yang terlibat dalam OTT, kepala bagian pemberitaan KPK Alif Fikri memang belum membeberkannya secara detail. Namun dari berbagai sumber menyebutkan beberapa inisial nama diantaranya adalah AS yang merupakan pimpinan BPPD Sidoarjo Jawa Timur, Selanjutnya ada inisial S yang merupakan pegawai BPPD, seseorang berinisial A yang merupakan seorang pejabat eselon 2 di Pemkab Sidoarjo dan ada seorang kasir bank pembangunan daerah yang diduga terlibat dalam peristiwa pidana atas pemotongan pembayaran insentif.

Masih Dilakukan Pendalaman

Sampai dengan saat ini KPK masih melakukan pendalaman atas peristiwa pidana yang terjadi di Sidoarjo ini. Setelah pendalaman selesai, maka KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menetapkan status status hukum atas nama-nama yang diduga terlibat dalam peristiwa ini. 

Dari informasi awal yang beredar diketahui ada seorang kasir bank pegawai daerah Sidaorjo bersama dengan seorang pegawai BPPD melakukan transaksi berupa pencairan dana senilai miliaran rupiah yang belum diketahui untuk apa peruntukkan pencairan tersebut. Hal ini menjadi tanda tanya dan dikaitkan dengan adanya dugaan peristiwa pidana korupsi ini. (TRS/2024) 

Back To Top